PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI BANYUWANGI

muhtar, muhtar (2026) PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) NEGERI BANYUWANGI. Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.

[img] Text
Muhtar_222103030050.pdf

Download (3MB)

Abstract

Muhtar, 2026: Peran Orangtua dan Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Anak Autism : Studi Kasus di SLB Negeri Banyuwangi
Kata kunci: Peran Orang Tua, Peran Guru, Kemampuan Komunikasi, Autism Spectrum Disorder (ASD)

Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan anak berkebutuhan khusus yang mengalami hambatan dalam komunikasi dan interaksi sosial. Kemampuan komunikasi perlu dikembangkan agar anak mampu menyampaikan kebutuhan, memahami instruksi, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dalam proses tersebut, orang tua dan guru memiliki peran penting karena menjadi pihak yang paling dekat dengan anak di rumah maupun di sekolah. Namun, peningkatan kemampuan komunikasi anak ASD juga menghadapi berbagai hambatan.
Fokus penelitian ini: 1) mengkaji peran orang tua dan guru dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri Banyuwangi. 2) hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut.
Tujuan penelitian ini: 1) mendeskripsikan peran orang tua dan guru dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di SLB Negeri Banyuwangi. 2) mendeskripsikan hambatan yang dihadapi dalam proses peningkatan kemampuan komunikasi anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru dan orang tua anak ASD. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) orang tua berperan sebagai pemberi stimulasi komunikasi, model komunikasi, pendamping, pemberi dukungan emosional, serta mitra guru. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, evaluator, dan perancang pembelajaran komunikasi sesuai kebutuhan anak. 2) Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan komunikasi verbal anak, kesulitan memahami instruksi, kurang fokus, kondisi emosional anak, keterbatasan waktu orang tua, kurangnya konsistensi latihan di rumah, serta belum optimalnya kerja sama antara orang tua dan guru. Oleh karena itu, kolaborasi, konsistensi latihan, dan strategi pembelajaran yang sesuai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak ASD.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170105 Gender Psychology
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Muhtar Muhtar
Date Deposited: 01 Jul 2026 07:58
Last Modified: 01 Jul 2026 07:58
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57241

Actions (login required)

View Item View Item