Tala Wina, Hilma (2026) POLA PENGASUHAN ANAK OLEH MANTAN PASANGAN PERSPEKTIF CO-PARENTING THEORY MARK E.FEINBERG DI KECAMATAN TEGALSARI, BANYUWANGI. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
HILMA TALA WINA_224103030017.pdf Download (3MB) |
Abstract
Hilma Tala Wina 2026: Pola Pengasuhan Anak oleh mantan Pasangan di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi Perspektif Theory Mark E. Feinberg.
Kata Kunci: Pola Pengasuhan, Mantan Pasangan, , Feinberg
Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan suami-istri, tetapi juga mengubah struktur keluarga dan pola pengasuhan anak. Perubahan ini menuntut mantan pasangan untuk tetap menjalankan peran pengasuhan meskipun hubungan pernikahan telah berakhir. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana mantan pasangan menjalankan peran pengasuhan setelah perpisahan, terutama dalam menjaga kesejahteraan anak yang merupakan amanah dari Allah SWT.
Penelitian ini difokuskan pada pola pengasuhan anak oleh mantan pasangan pasca perceraian di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Fokus penelitian ini diarahkan pada dua hal, yaitu bentuk pengasuhan anak yang diterapkan dalam berbagai kondisi struktur keluarga serta dinamika pengasuhan yang terjadi di antara mantan pasangan.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan bentuk pengasuhan anak yang diterapkan oleh mantan pasangan pasca perceraian dalam berbagai kondisi struktur keluarga di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, dan (2) menganalisis dinamika pengasuhan anak tersebut berdasarkan perspektif Co-Parenting Theory Mark E. Feinberg.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis di tiga desa di Kecamatan Tegalsari. Subjek penelitian terdiri dari enam informan dari tiga pasangan mantan suami-istri dengan karakteristik struktur keluarga berbeda: keduanya belum menikah lagi, mantan suami belum menikah dan mantan istri sudah menikah, serta keduanya sudah menikah lagi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, dengan analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman serta keabsahan data melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasangan yang sama-sama belum menikah lagi terbentuk model paralel dengan kesepakatan implisit dan dukungan finansial minimal, sedangkan pada pasangan yang salah satu atau keduanya sudah menikah lagi terbentuk model kooperatif dengan kesepakatan eksplisit, dukungan finansial konsisten, koordinasi aktif, dan manajemen batasan yang baik. Keunikan pada pasangan yang keduanya sudah menikah lagi adalah adanya peran ayah sebagai "eksekutor" dalam mendisiplinkan anak. Konsistensi dukungan finansial dari ayah menjadi faktor pembeda utama antara kedua model, dan pernikahan ulang justru memperkuat manajemen batasan karena adanya kesadaran saling menghormati pasangan baru.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170106 Health, Clinical and Counselling Psychology |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Hilma Tala Wina |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 03:51 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 03:51 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57517 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
