Maghfiroh, Aisyatul (2026) Problematika Hukum Nikah Muhallil dalam Pandangan Ulama Pesantren di Kabupaten Jember. Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember.
|
Text
TESIS AISYAH FALID.pdf Download (4MB) |
Abstract
Aisyatul Maghfiroh, 2026: “Problematika Hukum Nikah Muhallil dalam Pandangan Ulama Pesantren di Kabupaten Jember. Program Studi Hukum Keluarga Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember”.
Kata Kunci: Nikah Muhallil, Ulama Pesantren, Maqāṣid al-Syarī‘ah, Martabat Perempuan
Nikah muhallil merupakan praktik pernikahan yang dilakukan terhadap perempuan yang telah dijatuhi talak tiga dengan tujuan agar dapat kembali menikah dengan mantan suaminya. Dalam realitas masyarakat, praktik ini sering dilakukan melalui pernikahan yang telah direncanakan sejak awal hanya untuk memenuhi syarat hukum talak. Fenomena tersebut masih ditemukan di wilayah Kabupaten Jember dan menimbulkan problematika hukum, sosial, serta persoalan terhadap hak dan martabat perempuan. Di tengah masyarakat pesantren yang memiliki otoritas keagamaan kuat, praktik nikah muhallil memunculkan beragam pandangan ulama terkait keabsahan akad, tujuan pernikahan, dan relevansinya dengan maqāṣid al-syarī‘ah.
Fokus penelitian ini meliputi: (1) Bagaimana praktik nikah muhallil yang terjadi di Kabupaten Jember, (2) Bagaimana pandangan ulama pesantren terkait praktik nikah muhallil di Kabupaten Jember, dan (3) Bagaimana implikasi praktik nikah muhallil terhadap hak dan martabat perempuan dalam keluarga . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik nikah muhallil dalam masyarakat serta memahami pandangan ulama pesantren terhadap fenomena tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan yuridis-sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap ulama pesantren, tokoh masyarakat, dan pihak yang mengetahui praktik nikah muhallil. Analisis data menggunakan deskriptif-kualitatif dengan teknik triangulasi untuk menguji keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) praktik nikah muhallil di Kabupaten Jember terjadi dalam beberapa bentuk, yaitu praktik muhallil dengan unsur bayaran tanpa perjanjian akad secara eksplisit, praktik muhallil dengan kesepakatan yang direncanakan sejak awal, dan praktik muhallil tanpa perjanjian formal tetapi memiliki tujuan tertentu agar perempuan dapat kembali kepada mantan suaminya setelah talak tiga. Praktik tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial, tekanan keluarga, minimnya pemahaman hukum Islam, dan kuatnya keinginan mempertahankan rumah tangga.(2) pandangan ulama pesantren di kabupaten jember bahwa nikah muhallil yang direkayasa bertentangan dengan tujuan syariat karena mengandung unsur manipulasi hukum, merusak kesakralan akad nikah, dan tidak sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah.(3) praktik nikah muhallil berdampak terhadap hak dan martabat perempuan karena perempuan sering ditempatkan sebagai objek formalitas hukum, mengalami tekanan psikologis, stigma sosial, serta ketidakadilan dalam relasi keluarga dan masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180101 Aboriginal and Torres Strait Islander Law |
| Divisions: | Program Magister > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Mrs Aisyatul Maghfiroh |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 15:07 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 15:07 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/57815 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
