Zulfa, Rizqia (2026) Vasektomi Sebagai Upaya Pengendalian kelahiran dalam Perspektif Gender : Studi Program MOP di Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Rizqia Zulfa_221102010071.pdf Download (3MB) |
Abstract
Pengendalian jumlah kelairan merupakan bagian penting dari kebijakan pembangunan nasional yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup keluarga dan kesetaraan gender. Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember, masih menunjukkan ketimpangan peran di mana partisipasi laki-laki melalui metode vasektomi (MOP) masih sangat rendah dibandingkan kontrasepsi perempuan. hal ini mengindikasikan adanya bias gender dalam tanggung jawab reproduksi di mana perempuan menanggung resiko medis lebih besar, sementara laki-laki cenderung hanya menjadi pengambil keputusan.
Fokus kajian dalam penelitian ini ialah 1) Bagaimana pelaksanaan vasektomi di Kabupaten Jember? 2) Bagaimana pandangan perempuan dan laki-laki di Kabupaten Jember terhadap vasektomi? 3) Bagaimana analisis gender terhadap pelaksanaan vasektomi?
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian empiris dengan pendekatan sosiologis. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan sekunder. Metode yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah Wawancara, kuisioer dan Dokumentasi. Teknik Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori hak dan tanggung jawab reproduksi, dan teori mubadalah. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode
Hasil dari penelitian ini: 1.) Pelaksanaan program vasektomi di Kabupaten Jember secara administrative dan pelayanan tela berjalan melalui fasilitas kesehatan daerah dan didukung pembiayaan BOKB, namun belum optimal dalam mewujudkan pembagian tanggung jawab reproduksi yang seimbang karena rendahnya pemanfaatan layanan 2) Pandangan masyarakat masih dipengaruhi oleh stigma negatif terkait maskulinitas, kekhawatiran terhadap fungsi seksual serta pemahaman agama yang memandang vasektomi sebagai tindakan yang dilarang. Meskipun Sebagian perempuan dan laki-laki mulai sadar akan pentingnya berbagi beban kontrasepsi, konstruksi sosial patriarkal tetap menjadi penghambat utama partisipasi laki-laki dalam program ini 3) Analisis gender terhadap rendahnya partisipasi laki-laki terhadap vasektomi dipicu oleh stigma maskulinitas yang menempatkan laki-laki sebagai entitas yang tidak tersentuh. Pendekatan mubadalah menawarkan solusi dengan menggeser narasi vasektomi dari ancaman maskulinitas menjadi wujud kesalingan dan tanggung jawab bersama dalam relasi pernikahan yang berkeadilan
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Ahwal As-Syakhsyiyyah |
| Depositing User: | Rizqia Zulfa |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 07:44 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 07:44 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58354 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
