KONTEKSTUALISASI ETIKA DAKWAH: STUDI TAFSIR AYAT-AYAT DAKWAH

Retno, Aisyah Madu (2026) KONTEKSTUALISASI ETIKA DAKWAH: STUDI TAFSIR AYAT-AYAT DAKWAH. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Aisyah Madu Retno_212104010062_260707_140709.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kata kunci: Kontekstualisasi, Etika Dakwah, Tafsir Tematik, Dakwah Digital,
Generasi Z.
Dakwah di era kontemporer menghadapi tantangan yang signifikan.
Perkembangan media sosial yang sangat pesat menyebabkan informasi beredar
dengan cepat dan luas, sehingga dunia dakwah harus menghadapi tantangan yang
signifikan. Tantangan tersebut berupa maraknya konten kutipan ilmu agama yang
singkat, konten dakwah yang konfrontatif, dan konten dakwah yang bersedia
meninggalkan kredebilitas keilmuan demi mengejar popularitas. Fenomena ini
tentu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah realitas masyarakat
Indonesia yang multikultural dan didominasi oleh generasi Z. mereka
menginginkan dakwah yang damai, ramah, dan dialogis.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana penafsiran mufasir
klasik dan modern terhadap ayat-ayat etika dakwah? 2) Bagaimana kontekstualisasi
etika dakwah berdasarkan penafsiran ayat-ayat dakwah? adapun tujuan penelitian
ini adalah 1) Mendiskripsikan penafsiran mufasir klasik dan modern terhadapayatayat
dakwah. 2) Menganalisis kontekstualisasi etika dakwah berdarskan penafsiran
ayat-ayat dakwah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis
penelitian pustaka. Teknik analisis menggunakan metode tafsir tematik dan metode
komparatif. Objek penelitian fokus pada tiga ayat dakwah, yaitu Al-Qur’an surat
an-Nahl ayat 125, Al-Qur’an surat al-‘Ankabut ayat 46, dan Al-Qur’an surat Ali
‘Imran ayat 159. Ayat-ayat tersebut dikaji melalui tiga tafsir klasik yaitu Tafsir ath-
Thabari, Tafsir al-Qurthubi, dan Tafsir Ibnu katsir, serta dua tafsir modern yaitu
Tafsir al-Munir dan Tafsir al-Misbah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) Para mufasir klasik dalam
penafsiran terkait ayat-ayat dakwah menekankan penggunaan dalil Al-Qur’an dan
Sunnah, nasihat yang baik, serta menghindari ucapan yang kasar, Sementara itu,
para mufasir modern fokus pada pendekatan yang mengedepankan empati,
komunikasi dengan baik, dan memahami kondisi keadaan audiens, serta kesesuaian
antara ucapan dan tindakan dai. 2) Kontekstualisasi etika dakwah di era
kontemporer menekankan bahwa prinsip hikmah diwujudkan melalui kompetensi
ilmu agama dan kecerdasan digital. Maw‘iẓah ḥasanah diarahkan menjadi dakwah
yang empatik, memberi solusi, bukan menghakimi. Jidāl dipahami sebagai dialog
yang santun, tidak diskriminatif untuk mencari kebenaran bersama, bukan
memenangkan perdebatan. Selain itu, Al-Qur’an surat al-‘Ankabut ayat 46 di
aktualisasikan sebagai etika dialog multikultural yang bertanggung jawab dan
mencari titik temu (persamaan), sedangkan surat Ali ‘Imran ayat 159 di aktualisasi
sebagai etika kepribadian dai yang berlandaskan musyawarah di media sosial,
seperti model dakwah partisipatif, dialogis, dan sikap pemaaf.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220402 Comparative Religious Studies
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: mahasiswa Aisyah Retno
Date Deposited: 08 Jul 2026 02:59
Last Modified: 08 Jul 2026 02:59
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58405

Actions (login required)

View Item View Item