Ilma, Faza Fii Hikmatil (2026) PEMAHAMAN HADIS TENTANG DUNIA ADALAH PENJARA BAGI ORANG MUKMIN DAN SURGA BAGI ORANG KAFIR PERSPEKTIF SOSIO-HISTORIS SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP GAYA HIDUP KONTEMPORER. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siidiq Jember.
|
Text
Faza Fii Hikmatil Ilma_U20192053.pdf Restricted to Registered users only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Faza Fii Hikmatil ilma, 2026: “Pemahaman Hadis Tentang Dunia Adalah Penjara
Bagi Orang Mukmin Dan Surga Bagi Orang Kafir Perspektif Sosio-Historis Serta
Implikasinya Terhadap Gaya Hidup Kontemporer”
Kata kunci: Hadis, Dunia, Sosio-Historis, Double Movement, Gaya Hidup
Kontemporer, al-Dunya Sijn al-Mu’min.
Hadis al-dunya sijn al-mu’min wa jannat al-kafir merupakan salah satu
hadis Nabi saw. yang sering dipahami secara tekstual sehingga menimbulkan
anggapan bahwa Islam mengajarkan sikap menjauhi kehidupan dunia. Pemahaman
tersebut berpotensi mengabaikan konteks sosial-historis kemunculan hadis dan pesan
moral yang dikandungnya. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang mampu
memahami hadis secara kontekstual agar tetap relevan dengan realitas kehidupan
masyarakat modern.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas hadis al-dunya sijn almu’min
wa jannat al-kafir, memahami maknanya melalui pendekatan sosio-historis
dengan penerapan teori double movement Fazlur Rahman, serta menjelaskan
implikasinya terhadap gaya hidup kontemporer.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer diperoleh dari kitab-kitab hadis,
terutama Sahih Muslim, serta didukung kitab syarah hadis. Data sekunder diperoleh
dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui
takhrij hadis, kritik sanad dan matan, analisis sosio-historis, serta penerapan teori
double movement dengan menelusuri makna hadis pada konteks kemunculannya,
kemudian menghubungkannya dengan kondisi masyarakat modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut berstatus Sahih dan
dapat dijadikan hujjah. Secara sosio-historis, hadis ini merupakan bentuk pendidikan
moral Nabi saw. kepada masyarakat yang berorientasi pada kemewahan dunia.
Makna "penjara" bagi orang mukmin bukan menunjukkan larangan menikmati
kehidupan dunia, melainkan simbol komitmen terhadap syariat, pengendalian hawa
nafsu, dan keseimbangan antara kepentingan dunia serta akhirat. Melalui teori double
movement, nilai-nilai tersebut direkonstruksi kedalam konteks kekinian sebagai
pedoman menghadapi gaya hidup konsumtif, hedonis, dan materialistis, sehingga
hadis tetap relevan dalam membangun kehidupan yang moderat, bertanggung jawab,
dan berorientasi pada nilai-nilai spiritual.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | Mrs Faza Fii Hikmatil ilma |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 02:30 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 02:30 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58576 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
