Dinamika Perkembangan Sekolah Adat Pesinauan Di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Dari Tahun 2019 – 2024

Pangestu, Aji (2026) Dinamika Perkembangan Sekolah Adat Pesinauan Di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Dari Tahun 2019 – 2024. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
AJI PANGESTU_201104040022.pdf

Download (9MB)

Abstract

Aji Pangestu, 2026. “Dinamika Perkembangan Sekolah Adat Pesinauan Di Desa Olehsari Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi Dari Tahun 2019 – 2024”
Upaya pelestarian budaya Osing di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang berpotensi menggeser identitas budaya lokal. Sekolah Adat Pesinauan hadir sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berfungsi sebagai wadah pewarisan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal masyarakat Osing kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Sekolah Adat Pesinauan serta menganalisis dinamika perkembangannya pada periode 2019–2024.
Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini Adalah: 1.) Bagaimana dinamika Sekolah Adat Pesinauan di Desa Olehsari dari tahun 2019 - 2024?. 2.) Bagaimana kontribusi Sekolah Adat Pesinauan terhadap pelestarian budaya Osing di desa Olehsari tahun 2019 – 2024?.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1.) Untuk mengetahui dinamika Sekolah Adat Pesinauan di Desa Olehsari dari tahun 2019 – 2024. 2.)Untuk mengetahui kontribusi sekolah adat pesinauan terhadap pelestarian budaya Osing di desa olehsari tahun 2019 – 2024.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang meliputi: 1. Heruistik (Penelususran sumber); 2. Kritik Sumber (Verifikasi sumber); 3. Interpretasi (Penafsiran fakta yang didapat); 4. Historiografi (Penulisan sejarah).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Adat Pesinauan berawal dari aktivitas kesenian di Sawah Art Space yang dirintis oleh Slamet Diharjo sejak tahun 2009. Gagasan pendirian sekolah adat mulai muncul pada tahun 2015 melalui AMAN Osing dan kembali dikembangkan pada tahun 2018 melalui kolaborasi Mocoan Lontar Yusup Milenial (MLYM), Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), serta tokoh-tokoh budaya Osing. Sekolah Adat Pesinauan kemudian resmi berdiri pada 28 Januari 2021 sebagai lembaga pendidikan adat nonformal yang berfokus pada pelestarian budaya Osing. Perkembangan sekolah adat pada tahun 2019–2024 ditandai dengan penguatan kelembagaan, peningkatan program pembelajaran budaya, bertambahnya partisipasi generasi muda, serta meluasnya kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan komunitas budaya. Berbagai kegiatan seperti pelatihan tari tradisional, permainan rakyat, mocoan lontar, kerajinan tradisional, pendidikan lingkungan, dan pengenalan adat istiadat menjadi sarana internalisasi nilai-nilai budaya Osing kepada peserta didik.

Kata Kunci: Sekolah Adat Pesinauan, Budaya Osing, Kearifan Lokal, Perubahan Sosial, Pendidikan Adat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210299 Curatorial and Related Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Man Aji Pangestu
Date Deposited: 09 Jul 2026 04:21
Last Modified: 09 Jul 2026 04:21
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58611

Actions (login required)

View Item View Item