Agustiani, Nabila (2026) FENOMENA JUAL BELI KULIT HEWAN KURBAN MENURUT TOKOH AGAMA NAHDLATUL ULAMA DI DESA ROWOTAMTU KECAMATAN RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Skripsi Nabila Agustiani.pdf Download (1MB) |
Abstract
Nabila Agustiani, 2026: Fenomena Jual Beli Kulit Hewan Kurban Menurut
Tokoh Agama Nahdatul Ulama Di Desa Rowotamtu Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember
Kata Kunci: Fenomena, Jual Beli, Kulit Hewan Kurban, Tokoh Agama Nahdatul Ulama
Penelitian ini membahas fenomena praktik jual beli kulit hewan kurban yang terjadi di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Praktik ini masih sering dilakukan oleh panitia kurban dengan alasan agar kulit tidak terbuang sia-sia serta untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti biaya pelaksanaan kurban dan upah penyembelih. Namun, dalam perspektif hukum Islam, khususnya menurut pandangan tokoh agama Nahdlatul Ulama, praktik tersebut menimbulkan perbedaan pendapat karena pada dasarnya bagian dari hewan kurban tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.
Fokus Penelitian ini meliputi tiga hal utama, yakni: (1) bagaimana fenomena praktik jual beli kulit hewan kurban di Desa Rowotamtu? (2) Apa alasan masyarakat desa rowotamtu melakukan praktik jual beli kulit hewan yang hukumnya dilarang? (3) Bagaimana pandangan tokoh agama Nahdlatul Ulama pada praktik jual beli kulit hewan kurban yang dilakukan masyarakat rowotamtu?
Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1) Untuk mendeskripsikan fenomena jual beli kulit hewan kurban yang terjadi di Desa Rowotamtu. (2) Untuk mendeskripsikan apa alasan masyarakat desa rowotamtu melakukan praktik jual beli kulit hewan kurban yang hukumnya dilarang. (3) Untuk mendeskripsikan bagaimana pandangan tokoh agama Nahdlatul Ulama terkait praktik jual beli kulit hewan kurban yang dilakukan masyarakat
Penelitian ini menggunakan penelitian empiris dengan pendekatan Sosiologi Hukum. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi hukum, yaitu melihat fenomena dari kebiasaan masyarakat dan aturan agama. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi dengan sumber utama dari tokoh agama, panitia kurban, masyarakat dan pembeli kulit.
(1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli kulit hewan kurban di Desa Rowotamtu masih dilakukan setiap pelaksanaan kurban, kulit hewan yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat dikumpulkan oleh panitia kemudian dijual sebagai solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan pengelolaan kulit kurban dan kebutuhan biaya operasional kurban. (2) Masyarakat yang melakukan praktik tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu a. masyarakat yang belum mengetahui hukum larangan jual beli kulit hewan kurban dan b. masyarakat yang telah mengetahui hukumnya tetapi tetap melakukannya karena alasan kebiasaan turun-temurun, kemanfaatan, serta kebutuhan operasional. (3) Sementara itu, menurut tokoh agama Nahdlatul Ulama, praktik tersebut pada dasarnya tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan prinsip ibadah kurban yang semata-mata untuk medekatkan diri kepada Allah dan bukan untuk memperoleh keuntungan materi. Namun, terdapat pandangan yang memberikan kelonggaran apabila kulit kurban telah diserahkan terlebih dahulu kepada pihak yang berhak menerimanya tamlik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180127 Mu'amalah (Islamic Commercial & Contract Law) > 18012701 al-Bai’ (incl. al-Khiyar) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Nabila Agustiani |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:52 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:52 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58663 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
