PEMENUHAN NAFKAH PENDIDIKAN ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Terhadap Anak Putus Sekolah Di Desa Pecalongan Kecamata Sukosari Kabupaten Bondowoso)

Roziqin, Muhammad Zainur (2026) PEMENUHAN NAFKAH PENDIDIKAN ANAK PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM (Studi Terhadap Anak Putus Sekolah Di Desa Pecalongan Kecamata Sukosari Kabupaten Bondowoso). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
MUHAMMAD ZAINUR ROZIQIN_221102010039.pdf

Download (3MB)

Abstract

Muhammad Zainur Roziqin, 2026: Pemenuhan Nafkah Pendidikan Anak Perspektif Hukum Keluarga Islam (Studi Terhadap Anak Putus Sekolah di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso).
Kata Kunci: Nafkah Pendidikan, Anak Putus Sekolah, Hukum Keluarga Islam, Tanggung Tawab Orang Tua. Pemenuhan nafkah pendidikan merupakan bagian dari kewajiban orang tua dalam memenuhi hak anak. Namun, pada kenyataannya masih terdapat anak yang mengalami putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Fenomena tersebut terjadi di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso, di mana rendahnya pendapatan keluarga menyebabkan pemenuhan nafkah pendidikan belum terlaksana secara optimal. Kondisi tersebut mendorong sebagian anak memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga dibandingkan melanjutkan pendidikan. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana fenomena anak putus sekolah di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso? 2) Bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap pilihan anak untuk putus sekolah di Desa Pecalongan? 3) Bagaimana pandangan Hukum Keluarga Islam terhadap nafkah pendidikan anak? Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk menganalisis fenomena anak putus sekolah di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso. 2) Untuk menganalisis tanggung jawab orang tua terhadap pilihan anak untuk putus sekolah demi membantu perekonomian keluarga di Desa Pecalongan Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso. 3) Untuk menganalisis pandangan Hukum Keluarga Islam terhadap pemenuhan nafkah pendidikan sebagai hak anak serta relevansinya dengan praktik yang terjadi pada keluarga yang anaknya memilih putus sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi hukum dengan jenis penelitian empiris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa: 1) Fenomena anak putus sekolah di Desa Pecalongan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama keterbatasan ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta tuntutan ekonomi yang mendorong anak bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. 2) Tanggung jawab orang tua terhadap pilihan anak yang putus sekolah pada dasarnya tetap didasari rasa tanggung jawab dan kasih sayang, namun keterbatasan ekonomi menyebabkan pemenuhan nafkah pendidikan belum dapat dilakukan secara maksimal sehingga sebagian orang tua menerima keputusan anak untuk bekerja. 3) Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, nafkah pendidikan merupakan bagian dari kewajiban orang tua, khususnya ayah sebagai kepala keluarga, yang harus dipenuhi sesuai dengan kemampuan ekonomi. Meskipun Islam memberikan keringanan kepada orang tua yang mengalami kesulitan ekonomi, mereka tetap berkewajiban mengupayakan pemenuhan hak pendidikan anak sebagai bagian dari tanggung jawab dalam keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Tn Muhammad Zainur Roziqin
Date Deposited: 14 Jul 2026 03:52
Last Modified: 14 Jul 2026 03:52
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/58818

Actions (login required)

View Item View Item