Amaliah, Riska Ayu (2026) PROBLEMATIKA PERLINDUNGAN KONSUMEN ATAS KLAIM BERLEBIH (OVERCLAIM) PADA PRODUK SKINCARE DI KECAMATAN JAMBESARI DARUS SHOLAH KABUPATEN BONDOWOSO. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
Riska Ayu Amaliah_222102020055 (1).pdf Download (3MB) |
Abstract
Riska Ayu Amaliah, 2026: Problematika Perlindungan Konsumen Atas Klaim Berlebih (Overclaim) Pada Produk Skincare Di Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso
Kata Kunci: Perlindungan konsumen, overclaim, produk skincare
Maraknya peredaran produk perawatan kulit yang mengandung klaim berlebihan menunjukkan bahwa perlindungan konsumen masih kurang efektif, terutama dalam hal hak untuk mendapatkan informasi yang akurat, jelas, dan jujur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengenai Perlindungan Konsumen. Situasi tersebut semakin buruk dengan rendahnya tingkat literasi konsumen dan pengawasan yang belum maksimal terhadap distribusi serta promosi produk perawatan kulit di masyarakat.
Fokus penelitian ini meliputi: (1) pola klaim berlebih (overclaim) pada produk skincare yang beredar di Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso; (2) problematika informasi produk dan tingkat pemahaman smart consumer dalam mengidentifikasi klaim yang menyesatkan; serta (3) sistem pengawasan dan pemberian sanksi terhadap praktik overclaim.
Penelitian ini bertujuan untuk 1.) mengetahui dan menganalisis pola overclaim, 2.) problematika pemahaman konsumen terhadap informasi produk, 3.) sistem pengawasan dan pemberian sanksi terhadap praktik overclaim pada produk skincare di Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Jambesari Darus Sholah Kabupaten Bondowoso. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) praktik pemasaran produk skincare masih didominasi oleh klaim berlebih berupa hasil instan, bebas efek samping, cocok untuk semua jenis kulit, serta klaim legalitas BPOM yang belum tentu dapat dibuktikan; (2) rendahnya pemahaman konsumen terhadap informasi produk menyebabkan konsumen mudah mempercayai promosi dan testimoni tanpa memeriksa legalitas, komposisi, maupun kebenaran klaim sehingga rentan mengalami kerugian; dan (3) pengawasan terhadap praktik overclaim dilakukan oleh BPOM melalui pengawasan sebelum dan setelah produk beredar serta pemberian sanksi administratif, sedangkan perlindungan hukum diberikan oleh BPSK melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan, meskipun efektivitasnya masih memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaporkan pelanggaran dan memperjuangkan hak-haknya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180117 International Trade Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam |
| Depositing User: | Riska Ayu Amaliah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:25 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:25 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59095 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
