Masruroh, Sascia Dwi Putri (2026) Fenomena Flexing Mahar di Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Motivasi Pernikahan Gen- Z Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Fakultas Syari'ah UIN KHAS Jember). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Sascia Dwi Putri Masruroh_214102010016.pdf Download (1MB) |
Abstract
Sascia Dwi Putri Masruroh, 2026: Fenomena Flexing Mahar di Media Sosial dan Dampaknya Terhadap Motivasi Pernikahan Gen- Z Perspektif Hukum Islam.
Kata Kunci: Flexing, Mahar, Generasi Z, Motivasi Pernikahan, Hukum Islam
Agama Islam telah mengatur pelaksanaan pernikahan secara komprehensif sebagai sarana membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Salah satu unsur penting dalam pernikahan adalah mahar yang diberikan oleh calon suami kepada calon istri sebagai bentuk kesungguhan dan tanggung jawab. Namun, perkembangan media sosial di era digital memunculkan fenomena flexing mahar, yaitu perilaku memamerkan mahar secara berlebihan, yang berpotensi menggeser makna mahar dari nilai sakral menjadi simbol status sosial. Fenomena ini dinilai dapat memengaruhi pola pikir dan motivasi generasi Z terhadap pernikahan.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana fenomena flexing mahar di media sosial serta dampaknya terhadap motivasi pernikahan pada generasi Z. 2) Bagaimana fenomena flexing mahar ditinjau dari perspektif hukum Islam?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fenomena flexing mahar, menganalisis dampaknya terhadap motivasi pernikahan generasi Z, serta mengkaji fenomena tersebut dalam perspektif hukum Islam.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian socio-legal dengan pendekatan sosiologi hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Fenomena flexing mahar di media sosial muncul dalam bentuk unggahan foto maupun video yang menampilkan mahar bernilai tinggi sebagai simbol prestise dan pengakuan sosial. Flexing mahar berdampak pada motivasi pernikahan generasi Z, baik secara positif sebagai motivasi ekonomi, maupun secara negatif berupa rasa takut, tekanan sosial, dan penundaan pernikahan akibat standar mahar yang tinggi. 2) Dalam perspektif hukum Islam, flexing mahar yang berlebihan dan bertujuan pamer tidak sejalan dengan nilai kesederhanaan dan keikhlasan yang diajarkan syariat. Islam memandang mahar sebagai hak istri dan simbol kesungguhan, bukan sebagai alat untuk bermegah-megahan, sebagaimana prinsip bahwa mahar diberikan sesuai kemampuan dan tidak memberatkan.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012804 Mahr (Dowry) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Skripsi Sascia Dwi Putri Masruroh |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 06:31 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 06:31 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59472 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
