Muhammad Royhan, Septa (2026) PENGUATAN BUDAYA MADRASAH SECARA HUMANIS DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA DARUL HIKMAH KONCER KIDUL TENGGARANG BONDOWOSO. Undergraduate thesis, FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN.
|
Text
Septa Muhammad Royhan_222101030038.pdf Download (2MB) |
Abstract
Septa Muhammad Royhan, 2026 “Penguatan Budaya Madrasah Secara Humanis dalam Membentuk Akhlak Siswa di Madrasah Aliyah Swasta Darul Hikmah Koncer Kidul Tenggarang Bondowoso.”
Kata Kunci: Budaya Madrasah, Humanis, Akhlak Siswa.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan budaya madrasah yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak siswa melalui nilai-nilai religius dan kemanusiaan. Budaya madrasah secara humanis menekankan pembiasaan nilai-nilai positif, keteladanan, penghargaan terhadap potensi siswa, serta hubungan yang harmonis antara seluruh warga madrasah. Oleh karena itu, penguatan budaya madrasah secara humanis menjadi salah satu upaya dalam membentuk siswa yang memiliki akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus penelitian yaitu 1). Bagaimana perencanaan penguatan budaya madrasah secara humanis dalam membentuk akhlak siswa di Madrasah Aliyah Swasta Darul Hikmah Koncer Kidul Tenggarang Bondowoso?. 2). Bagaimana pelaksanaan penguatan budaya madrasah secara humanis dalam membentuk akhlak siswa di Madrasah Aliyah Swasta Darul Hikmah Koncer Kidul Tenggarang Bondowoso?. 3). Apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam penguatan budaya madrasah secara humanis dalam membentuk akhlak siswa di Madrasah Aliyah Swasta Darul Hikmah Koncer Kidul Tenggarang Bondowoso?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan budaya madrasah secara humanis dilakukan melalui perencanaan pembiasaan shalat berjamaah dan membaca Asmaul Husna sebelum pembelajaran. Pelaksanaannya diwujudkan melalui pembiasaan salam dan berjabat tangan, Jumat Beramal, Jumat Bersih, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), kegiatan sholawatan bersama wali murid, penghargaan terhadap potensi siswa, penggunaan sapaan yang santun, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan pesantren, keteladanan kiai, dan dukungan masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi pengawasan siswa di luar madrasah, pengaruh lingkungan pergaulan, serta pembinaan orang tua yang belum konsisten. Penguatan budaya madrasah secara humanis tersebut mendukung terbentuknya siswa yang berakhlakul karimah, santun, peduli terhadap sesama, dan mampu menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130103 Higher Education |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Septa Muhammad Royhan |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 04:27 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 04:27 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/59643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
