SENI REOG PONOROGO DESA KESILIR (1965-2019 ): MENAPAKI JEJAK KESENIAN MASYARAKAT MATARAMAN DI JEMBER

Mardiyah, Umi Navilatul (2025) SENI REOG PONOROGO DESA KESILIR (1965-2019 ): MENAPAKI JEJAK KESENIAN MASYARAKAT MATARAMAN DI JEMBER. Diploma thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
Umi Navilatul Mardiyah_212104040007_.pdf

Download (3MB)

Abstract

Umi Navilatul Mardiyah, 2025. “ Seni Reog Ponorogo Desa Kesilir (1965-
2019): Menapaki Jejak Kesenian Masyarakat Mataraman Di Jember”.
Budaya Mataraman yang berasal dari eks-Karesidenan Madiun dan Kediri
menyebar ke Jember melalui gelombang migrasi sejak masa kolonial. Di Desa
Kesilir, Kecamatan Wuluhan, masyarakat keturunan Ponorogo mempertahankan
identitas budayanya melalui kesenian Reog Ponorogo. Kesenian ini menjadi
simbol solidaritas dan spiritualitas yang diwariskan lewat sanggar-sanggar seni
seperti Singo Brojo dan Singo Mudho. Selain sebagai hiburan, Reog berperan
penting dalam menjaga kesinambungan budaya Mataraman di perantauan serta
memperkaya kehidupan sosial masyarakat lokal.
Fokus penelitian dalam skripsi ini yaitu: 1) Bagaimana Sejarah
Kedatangan Masyarakat Mataraman ke Jember pada asa Kolonial? 2) Bagaimana
sejarah terbentuknya Kesenian Reog sebagai budaya Masyarakat Mataraman pada
masa kolonial? 3) Bagaimana perkembangan kesenian Reog Ponorogo desa
Kesilir Kabupaten Jember sebagai kebudayaan masyarakat Mataraman tahun
1965-2019?. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, terdapat tiga tujuan dalam
penelitian ini, yaitu: 1) Untuk mengkaji latar belakang kedatangan masyarakat
Mataraman pada masa kolonial 2) Untuk mengkaji sejarah terbentuknya kesenian
Reog sebagai budaya masyarakat Mataraman 3) Untuk mengkaji perkembangan
kesenian Reog di desa Kesilir sebagai kebudayaan masyarakat Mataraman tahun
1965-2019.
Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah, menurut Kuntowijoyo
dibagi menjadi lima tahapan, yaitu: Pemilihan judul, pengumpulan sumber sejarah
(heuristik), kritik sumber atau verivikasi sumber, interpretasi, dan historiografi.
Penelitian ini menggunakan sumber arsip Belanda, sumber tertulis dan wawancara
dari kelompok Reog.
Hasil dari Penelitian pembukaan lahan perkebunan oleh pengusaha
kolonial dan sistem tenaga kerja kontrak mendorong migrasi besar-besaran
masyarakat Mataraman ke Jember bagian selatan, yang kemudian membentuk
pola permukiman bercorak etnis dan melahirkan masyarakat multikultural dengan
identitas budaya khas. Dalam konteks ini, kesenian Reog Ponorogo menjadi
medium pelestarian dan ekspresi identitas masyarakat Mataraman di perantauan,
sekaligus menegaskan ketahanan budaya mereka di tengah perubahan sosial,
politik, dan religius. Dinamika kelompok seperti Singo Mudho dan Singo Brojo
memperlihatkan kemampuan komunitas lokal dalam merevitalisasi warisan tradisi
dan menjadikan Reog sebagai ruang diplomasi kultural menghadapi arus
modernisasi serta klaim identitas lintas daerah..
Kata Kunci: Reog Ponorogo, Mataraman, Migrasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2202 History and Philosophy of Specific Fields > 220207 History and Philosophy of the Humanities
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: S1 Umi Navilatul Mardiyah
Date Deposited: 06 Jan 2026 01:17
Last Modified: 06 Jan 2026 01:17
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51584

Actions (login required)

View Item View Item